TUJUAN IMK DALAM BIDANG AKADEMIK
nteraksi manusia dan komputer pada dasarnya adalah untuk memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensi (eficiency)
Dengan kata lain, bertujuan untuk membangun produk reliable;
- mudah dipelajari
- berkesan jika digunakan
- menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable)
- aman (safe),dan
- memberi kepuasan serta pengalaman yang menyenangkan
Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancang dapat mempunyai sifat yang akrab dan ramah dengan users. Namun untuk merancang sistem yang mudah digunakan users, para perancang harus memahami aspek-aspek psikologi yang dimiliki oleh users, karena setiap users mempunyai ciri-ciri khusus dan kebiasaan yang berbeda dalam menggunakan sebuah sistem komputer
Sistem yang efektif menghasilkan rasa keberhasilan, kompetensi, penguasaan, dan kejelasan dalam komunitas pemakai
Tujuan rekayasa Sistem Interaktif Manusia Komputer :
1. Fungsionalitas yang semestinya.
– Sistem dengan fungsionalitas yang kurang memadai
mengecewakan pemakai dan sering ditolak atau tidak
digunakan.
– Sistem dengan fungsionalitas berlebihan berbahaya :
implementasi, pemeliharaan, belajar dan penggunaan
sulit.
2. Kehandalan, Ketersediaan, Keamanan, Integritas Data
– Kehandalan (reliability), berfungsi seperti yang diinginkan
– Ketersediaan (availability), tersedia ketika hendak digunakan.
– Keamanan (security), terlindung dari akses yang tak diinginkan dan kerusakan yang disengaja.
– Integritas Data (data integrity): keutuhan data terjamin
3. Standarisasi, Integrasi, Konsistensi, Portabilitas
–Standardisasi, keseragaman sifat-sifat antarmuka pemakai pada aplikasi yang berbeda. Gunakan standar industri yang ada
–Integrasi, keterpaduan antara paket aplikasi dan software tools
–Konsistensi, keseragaman dalam suatu program aplikasi
–Portabilitas, dimungkinkannya data dikonversi pada berbagai hardware dan software
4. Penjadwalan dan Anggaran.
–Perencanaan yang hati-hati dan manajemen yang berani diperlukan karena proyek harus sesuai jadwal dan dalam anggaran.
- Tujuan Perancangan Berdasarkan Manusia
Setelah merencanakan sistem untuk memenuhi tujuan rekayasa sistem, maka Pengembang Sistem (Analist System) dapat memusatkan perhatian pada proses perancangan dan pengujian
•Lima faktor manusia terukur (measurable human factors) adalah :
1. Waktu belajar -> berapa lama orang biasa mempelajari cara melakukan suatu tugas yang relevan?
2. Kecepatan kinerja -> berapa lama suatu tugas dilakukan?
3. Tingkat kesalahan -> berapa banyak kesalahan yang dibuat pemakai?
4. Daya ingat -> bagaimana kemampuan pemakai mempertahankan pengetahuannya setelah jangka waktu tertentu?
5. Kepuasan subjektif -> bagaimana kepuasan pemakai terhadap berbagai aspek sistem? Berikan kesempatan pemakai memberi umpan balik.
Referensi :
https://devinerapier.wordpress.com